1. Hidayah itu harus di jemput, bukan di tunggu
Jemputlah hidayah itu biarpun harus mengorbankan segala yang kita miliki karena disanalah letak kesuksesan sejati. Sukses karena kita mengenal siapa diri kita, siapa Tuhan yang harus disembah dan untuk apa hidup di dunia yang hanya sekali dan tidak mengenal siaran tunda ini, setelah itu istiqomalah kemudian pegang teguhlah keyakinan itu dan jangan ditukar dengan apapun, keistiqaomahan itulah yang mengantarkan kita kedalam jannahnya. Kita juga dapat melihat fenomena itu dalam alquran surah Hud ayat 112.
2. Berlandaskan ilmu serta dikuatkan dengan iman, di aplikasikan dengan amal, serta dimurnikan dengan keikhlasan
Ilmu sudah seharusnya dilandasi dengan iman, agar ilmu yang dimiliki seseorang menjadi berkah dan terarah sesuia dengan kodratnya ilmu yang baik. Ilmu dan keimanan menjadi hampa jika tidak di realisasikan dengan amal nyata. Seperti seorang yang mau belajar berenang, maka satu-satu caranya adalah langsung menceburkan diri kedalam kolam renang dan mempraktekkan semua teori yang sudah di pahami. Di sinilah fungsi amal didapatkan.
3. Cari lingkungan yang kondusif
Seperti Rasul yang hijrah dari mekah kemadinah, maka kita juga harus berhijrah dari keburukan kepada kebaikan, dari kemaksiatan kepada ketaubatan. Jadi carilah situasi yang kondusif untuk mencari perubahan kepada yang lebih baik.
4. Ikuti kelompok mentoring
Nah seperti dalam menjalankan bisnis, kita membutuhkan mentor yang sudah berpengalaman. Maka dalam menjalankan program perbaikan diri kita membutuhkan sebuah kelompok yang akan terus menerus mengingatkan saat kita salah, menyemangati disaat lemah dan memberikan senyuman tulus kebahagiaan saat kita mendapatkan kesuksesan.
5.Temukan guru-guru kehidupan
Guru-guru kehidupan adalah mereka yang menginspirasi kita untuk tetap bangkit saat terjatuh, tetap istiqomah saat godaan terus merongrong jiwa. Dialah yang membuat kita merasa bahwa semua masalah hidup yang kita alami lebih ringan dibandingkan dengan ujian hidup yang ia alami.
6. Kontinuitas ibadah
Bukankah Allah lebih menyukai amal yang terus menerus dilakukan walaupun asedikit? Buatlah target ibadah harian yang harus dilakukan untuk menjaga stamina ruhiah, sehingga setiap hari yang kita jalani selalu di niatkan untuk beribadah kepada-Nya serta selalu berada dalam lindungan-Nya
Demikianlah uraian yang sedikit ini, semoga bermanfaat bagi anda yang membacanya dan semoga Allah tetap memberikan hidayah Nya kepada kita semua. Amin ya robbal alamin.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar